Cerpen Keluarga

0
41
views

Terdengar bunyi gesekan defibrilator dalam ruangan yang tahan segala macam alat medis. Semua orang yang ada dalam ruang operasi itu – yang sedang atau tidak. Beberapa saat kemudian terlihat grafik pada pasien monologic yang menujukkan pasien pasien normal dokter gigi dokter gigi. Audrey Azalia, ia adalah seorang dokter muda yang cantik dan cerdas. Ia baru saja menyelesaikan tugasnya dalam membebaskan nyawa orang. Setelah ia keluar dari tempat tidur sakitnya, yaitu Samuel. “Samuel, ayo pergi sekarang.” Ajak Audrey. Tanpa banyak bicara Samuel langsung memacu mobilnya. Sampailah mereka di sebuah komplek pemakaman.

Audrey pun langsung menuju ke makam orang tuanya. “Mama, Papa Audrey hari ini sukses menjalankan tugas pertama Audrey sebagai dokter bedah. Audrey sedang bersama sama Audrey dan semoga kalian ada disana.” Ucap Audrey bisa dicoba dengan air mata yang mengalir. Orang tuanya baru saja meniggal 1 bulan yang lalu. Terlintas di ingatan Audrey perjuangannya dulu sampai kini bisa menjadi dokter.

Beberapa tahun yang lalu Terlihat kehangatan dalam sebuah keluarga yang sedang berbincang – bincang. Mereka adalah keluarga Audrey. Audrey ingin menyampaikan keinginannya untuk kuliah kedokteran karena ia baru saja lulus SMA.

“Mama, Papa Audrey ingin segera kuliah di kedokteran, aku ingin jadi dokter bedah.” Jelas Audrey “Papa sama Mama tidak setuju kamu lebih baik kuliah bisnis dan kerja di perusahaan Papa.” Ucap Papa Audrey dengan tegas, “Tapi Audrey sangat ingin kuliah di kedokteran dan audrey juga bagus.” Ucap Audrey dengan raut sedih. “Kalau kamu tetap dengan keinginanmu Papa sama Mama tidak akan membiayai kuliahmu.” Ucap Papa dan Mama setelah itu mereka pergi. Audrey pun merasa sangat sedih dan ingin menggapai mimpinya dan beruntung dia punya kakak yang mau membantunya. Senja telah tiba saatnya Audrey bekerja sebagai kasir di restauran kakaknya. Kakaknya mau membantu Audrey dengan cara memberi pekerjaan untuknya agar bisa membantu biaya kuliah.

“Permisi, saya pesan Cappucino Float dan Cheesecake satu.” Ucap seorang cowok. “Baik, totalnya 50.000.” Jawab Audrey. “Aku lihat kamu masih muda kok sudah bekerja memangnya tidak kuliah?” Tanya cowok tersebut yang bernama Samuel. Setelah itu mereka menjadi dekat dan akhirnya bersahabat. Samuel selalu mendukung Audrey untuk menjadi dokter dan Samuel Umum untuk mendaftar di universitas kedokteran bersamanya karena masih ada program beasiswa. Dengan sertifikasi Audrey yang memuaskan ia pun gratis untuk kuliah kedokteran. Audrey sangat ingin memberi tahu orang tuanya tapi mereka bekerja. Setelah itu, Audrey menjadi semangat menggapai impiannya. Semangatnya melambung batu.

Ia fokus dalam belajar dan masih tetap bekerja di restauran kakaknya selama hari libur. Audrey selalu memberi tahu orang tuanya mengenai keadannya menukar orang tuanya tidak peduli karena mereka masih merasa marah Audrey tidak mau nasehatnya. Meski begitu Audrey masih tetap semangat berkat dukungan kakaknya dan sahabatnya. “Audrey, kamu harus bisa buktiin sama Mama dan Papa kalau kamu bisa sukses saat menjadi dokter nanti.” Ucap kakaknya. “Iya, kak makasih sudah mendukung keinginan Audrey.” Jawab Audrey. Tidak terasa hari ini adalah hari kelulusan Audrey. Ia hanya datang dengan kakaknya. Orang tuanya sedang ada bisnis di Hongkong.

Saat pengumuman juara terbaik Audrey mendapat juara 1 dan ia lulus dengan nilai cumlaudeanda juara 2 diraih oleh Samuel. Audrey pun naik ke podium dan menyampaikan pidatonya. Setelah itu ia mendapatkan stetoskop sebagai simbol ia telah menjadi dokter dan siap untuk bekerja. Stetoskop yang dulu sangat ia inginkan akhirnya tersematkan di lehernya. “Audrey, kakak sangat sama kamu, akhirnya kamu sekarang seorang dokter, kamu harus memberi tahu Mama Papa jika kamu juara 1.” Ucap kakaknya. “Terima kasih kak selama ini sudah mendukukungku, aku sangat beruntung punya kakak yang selalu membantuku.

Tayang.Beberapa saat kemudian, hp nya berdering. “Mama, kenapa hari ini tidak datang Audrey mendapat juara 1 terbaik.” Ucap Adrey dengan raut sedih. “Audrey, Mama sama Papa minta maaf kalau dulu tidak mengijinkanmu menjadi dokter, Mama sangat Kumpulkan, nak.” Ucapa Mama Audrey sambil menangis bahagia. “Audrey udah maafin kalian dan Adrey medapat tawaran untuk bekerja di rumah sakit terbesar di Jakarta.” Jelas Audrey. “Mama, Berkomunikasi denganmu kami besok akan pulang ke Jakarta.” “Hati – hati ma.” Audrey merasa senang karena sekarang orang tuanya bisa menerima apa yang ia impikan dari dulu. Bendera kuning terlihat di kediaman seorang dokter muda tersebut.

Orang tua Audrey memutuskan untuk pulang ke Jakarta namun naas pesawat yang ditumpanginya jatuh di sebuah hutan untungnya jenazahnya bisa ditemukan dan langsung dimakamkan. Audrey dan kakaknya merasa sangat terpukul. Baru saja Audrey merasa senang karena bisa menggapai impiannya tapi sekarang dia harus kehilangan orang terkasihnya.

Flashback off
Masih di sebuah makam terlihat seorang gadis sedang menangis ditemani oleh sahabatnya.
“Mama, Papa Audrey sudah ikhlas kalian pergi. Audrey tidak menyangka kalian akan pergi ini tapi Audrey yakin kalau kamu pasti bisa melihat Audrey sekarang bisa pakai stetoskop dan jas dokter ini.Audrey dulu Audrey pergu dulu ya. “Setelah itu Audrey dan Samuel pergi dari makam tersebut dengan raut bahagia dan hati yang ikhlas.

Leave a Reply