Resensi : Dua Belas Pasang Mata

0
83
views

Jenis Buku : Fiksi
Judul Buku : Dua Belas Pasang Mata
Penulis : Sakae Tsuboi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : September 2016 (cetakan kedua)
Jumlah Halaman : 248
Tebal Buku : 20 cm

Biografi Penulis :

Sakae Tsuboi, pengarang buku ini, lahir di Pulau Shodo di Laut Seto, Jepang pada tahun 1900. Setelah lulus sekolah dasar, ia bekerja sebagai juru tulis di kantor pos dan kantor desa di pulau itu selama kurang lebih sepuluh tahun. Pada tahun 1925, ia pindah ke Tokyo dan menikah dengan Shigeji Tsuboi, seorang penyair. Kelak ia berkenalan dengan para novelis perempuan, di antaranya Yuriko Miyamoto dan Ineko Sata. Berkat dorongan mereka, ia mulai menulis karya fiksi.

Sejak masa perang, ia telah menghasilkan sejumlah novel. Ia dikenal piawai dalam menulis kisah-kisah yang tokoh utamanya anak-anak dan dari beberapa karyanya ini, ia telah memenangkan berbagai penghargaan sastra.

Sinopsis Buku :

Nijushi no Hitomi, atau Dua Belas Pasang Mata adalah novel jepang yang diterbitkan pada tahun 1952 dan seketika menjadi best-seller. Tak lama kemudian, novel ini difilmkan oleh sutradara Keisuke Kinoshita, dan mendapat sambutan meriah dari kalangan berbagai usia.

Novel ini menceritakan tentang seorang guru yang biasa dipanggil Miss Oishi yang ditugaskan untuk mengajar di sebuah desa nelayan yang miskin di Laut Seto. Sedangkan miss Oishi tinggal di seberang desa tersebut. Ia berangkat dengan berpakaian setelan hitam dan blus putih seperti pakaian orang barat dan mengendarai sepeda yang mengkilap sehingga ia seringkali dianggap orang yang kelewat modern oleh penduduk di desa yang terpencil nan miskin itu. Ia mengajar di sebuah sekolah cabang dan memiliki dua belas murid. Miss Oishi dan kedua belas muridnya melewati lika liku permasalahan yang tak kunjung habis. Dimulai dari patahnya tulang kaki Miss Oishi yang memaksa ia untuk beberapa waktu tidak mengajar di sekolah cabang dan karena keadaan kakinya itulah ia dipindahkan ke sekolah utama (sekolah yang merupakan lanjutan dari sekolah cabang, terletak jauh dari desa nelayan) dan permasalahan lain yang tak terduga. Hingga tiba-tiba perang memuncak dan mengharuskan mereka untuk beradaptasi akan keadaan tersebut.

Resensi Buku :

Novel ini merupakan novel antiperang. Meski antiperang, si pengarang nyaris tidak menggambarkan apa-apa saja yang menimbulkan perang atau bagaimana caranya untuk mencegah perang. Namun, ia menggambarkan kekejaman perang melalui perkembangan kedua belas anak polos ini.

Sakae Tsuboi mampu menyuguhkan cerita yang anti-mainstream atau berbeda dari yang lain. Ia membuat cerita dengan latar tokoh dua belas anak kecil yang mampu memikat dan menyentuh hati para pembaca dengan kepolosan dan keluguan tingkah laku kedua belas anak tersebut serta lika liku hidup seorang guru dan murid-muridnya. Sakae dengan mudahnya membuat para pembaca menjadi terbawa suasana. Ia mampu membuat para pembaca tiba-tiba tertawa atau bahkan menangis karena jalan ceritanya yang tak terduga. Ia dengan rinci menjelaskan setiap karakternya sehingga pembaca dapat lebih mendalami karakter setiap tokohnya. Cover novel pada cetakan kedua yang menggambarkan Miss Oishi serta kedua belas muridnya saat sedang bermain meninggalkan kesan menyentuh terlebih warna yang dipilih untuk cover terlihat lembut, menjadikan buku ini semakin manis.

Di samping semua kelebihan itu, terdapat beberapa kekurangan, yaitu terdapat istilah-istilah asing seperti pasifisme dan lain-lain yang tidak dicantumkan artinya juga kurangnya penghayatan dalam setiap kalimatnya. Karena novel ini adalah novel terjemahan dari versi inggris dan bukan dari versi jepangnya, kekurangan itu bisa kita maklumi. Apalagi, novel ini banyak memberikan kita pesan moral. Seperti pesan agar kita bersyukur atas apa yang Tuhan berikan dan tentang pelajaran hidup.

mt_han

Previous articleContoh Sesorah Jawa : Perpisahan Kelas 12
Next articlePetungkriyono Trail Run
si mata empat yang paling kece! Bawaannya sendu-sendu gimana gitu,hehe. Mencoba productive tapi ujung-ujungnya hmmm jangan tanya...
SHARE

Leave a Reply