Tersesat (last part)

0

Hannah dan Jaden bangun bersamaan, ketika mereka membuka mata, matahari masih belum tenggelam. Mereka melihat ke sekelilingnya yang tampak seperti desa putih. Mereka kaget.

“Jade, aku bermimpi aneh!” celetuk Hannah.

“Apakah mimpimu tentang kita yang terjebak entah di mana lalu kita bertemu dengan Ken dan Ibunya?” jawab Jaden antusias.

“Iya, Jade. Apa kamu bermimpi persis sama sepertiku?”

“Ya, Han. Aku juga bermimpi seperti itu. Tetapi apakah itu mimpi? Rasanya terlalu nyata.”

“Iya, aku juga berpikir begitu, Jade. Apapun itu, yang penting terjebaknya kita ke desa lain, bertemu Ken dan Ibunya telah mengajarkan kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi.”

“Tuhan mencoba memberitahu kita melalui itu semua supaya kita kembali ke jalan yang benar. Ayo kita pulang, Han. Kita siapkan makan malam untuk ibu sebelum ibu pulang kerja. Kita juga jangan lupa untuk meminta maaf karena telah menjadi anak yang bandel.”

“Iya, Jade, kita harus minta maaf sama ibu. Oh, iya. Keadaan Mira bagaimana?”

“Oh, iya…”

“Mira…. Maafkan kami….”

Jaden dan Hannah berlari untuk menemui Mira.

-end-

Previous articleTersesat (part 3)
Next articleContoh Pidato Bahasa Indonesia
si mata empat yang paling kece! Bawaannya sendu-sendu gimana gitu,hehe. Mencoba productive tapi ujung-ujungnya hmmm jangan tanya...
SHARE

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.