Tips Menulis Puisi yang Bagus dan Indah

0

Kalian pati pingin bisa nulis puisi dengan kata-kata indah. Nah, tenang, kita juga bisa kok menulis puisi bagus di dunia nyatanya. Di sini, kami akan memberi tips-tips yang mungkin bisa membantu kalian untuk membuat puisi dan mengembangkan kemampuan menulis puisi kalian. Baca terus, yuk!

  1. JUDUL PUISI

Judul merupakan salah satu daya tarik yang berperan penting untuk menarik minat pembaca. Jadi, ada baiknya jika kita memilih judul menarik dan catchy sehingga pembaca berminat dan akhirnya memutuskan untuk membaca puisi kita.

Biasanya, pembaca akan lebih tertarik dengan judul-judul yang unik dan tidak biasa. Kita bisa berkreasi untuk membuat judul sekreatif mungkin. Namun, tetap ingat relevansinya dengan isi puisi kita, ya!

2. DIKSI

Diksi atau pemilihan kata menjadi keunikan sebuah puisi. Banyak puisi bagus yang terdiri dari pemilihan kata-kata sederhana, dipakai di keseharian dan tidak asing di telinga. Banyak juga puisi bagus dengan pemilihan kata-kata yang jarang dipakai atau didengar orang.

Sebenarnya, hal ini bergantung pada selera masing-masing. Tidak ada yang menuntut kita harus menggunakan diksi seperti apa. Tetap ikuti saja keinginan jari dan hati kita, ekspresikan diri sendiri; tergantung gaya menulis kita masing-masing.

3. RIMA

Ingat pelajaran Bahasa Indonesia, yang menerangkan rima a-b-a-b? Yup, rima juga sangat berguna untuk pembacaan puisi yang lebih tertata. Tidak jarang, memang, para penulis puisi mengabaikan keberadaan rima, terutama pada puisi baru, tapi rima menjadi esensial untuk menambah lantunan membaca.

Pembuatan rima juga merangsang sisi kreativitas kita untuk mencari kata-kata lain agar dapat memenuhi lantunan di kata sebelumnya. Tidak ada salahnya juga, kan, kita sebagai penulis puisi mengeksplor kata-kata baru?

4. BAIT

Eits, jangan samakan bait puisi dengan baris/larik puisi, ya! Perbedaannya, baris/larik puisi adalah satu kalimat atau satu baris di dalam bait. Yup, baris/larik adalah bagian dari bait. Bait sendiri adalah kumpulan baris/larik yang tersusun rapi.

Bait biasanya digunakan sebagai cara penulis untuk berpindah topik atau fokus puisi. Misalnya, dalam bait pertama, penulis menyampaikan kasih sayangnya pada seorang tokoh bernama Leila. Di bait kedua, penulis ganti menyampaikan rindu dendamnya pada Leila.

5. PENUTUP PUISI

Puisi biasanya akan lebih mengena jika ditutup dengan akhiran yang dramatis dan ‘menusuk’ pembacanya, memungkinkan puisi agar bisa dibaca lebih dari satu kali. Pemilihan akhir puisi ini menjadi taktik yang bisa dimanfaatkan sebagai ungkapan ‘save the best for the last’, atau ‘siapkan yang terbaik di bagian akhir’.

6. KETERBACAAN

Setelah mengikuti tips-tips di atas, kita juga harus ingat bahwa kita harus menyampaikan maksud dan tujuan puisi kita dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang lain.

Lantaran karakteristik utama puisi yang penuh dengan bahasa kiasan, kita sebagai pembaca memang seringkali nyaris tidak dapat menghindari kebingungan tersendiri ketika selesai membaca puisi.

Nah, sekarang, coba terapkan tips-tips di atas sebelum mulai menuliskan puisi. Namun, perlu diingat bahwa salah satu tujuan puisi adalah sebagai ekspresi hati kita yang dituangkan ke dalam kata-kata. Maka, jangan terlalu terpaku pada ‘rumus-rumus’ yang ada, jadikanlah sebagai arahan untuk mempermudah proses penulisan. VIVA SMANSA!

 

Previous articleUntuk Hawa Dari Adam
Next articleGuru Menulis
My name is Neisya Kirana. I'm from X IPS 1. My hobby is writing and drawing. I like to write about research or something new. I like to draw on canvas with watercolors ^_^
SHARE

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.